PROTOTYPE
PROTOTYPE
Apa Itu Prototype ?
Prototype Berasal dari kata Latin proto,
yang berarti asli, dan typus,
yang berarti bentuk atau model. Prototipe adalah model kerja
dasar dari suatu produk atau sistem informasi, yang bisa dikatakan sebagai bentuk
awal (contoh) atau standar ukuran untuk suatu objek yang akan dikerjakan nanti.
Dengan metode prototyping, pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi
selama proses dan menentukan hasil yang terbaik. Prototype biasanya dibangun
untuk tujuan demonstrasi atau sebagai bagian dari proses pembangunan.
Menurut Anisya S.Kom., M.Kom., kunci agar model prototipe ini berhasil
dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan mainnya yaitu pengembang dan
pelanggan harus setuju bahwa prtotoype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan.
Prototipe akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual
di rekayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.
Dalam siklus
hidup pengembangan sistem (SDLC) Prototyping Model versi dasar dari sistem dibangun,
diuji, dan kemudian ulang seperlunya sampai prototype diterima akhirnya dicapai
dari mana sistem atau produk yang lengkap sekarang dapat dikembangkan. Dalam desain hardware,
prototipe adalah model "hand-built" yang mewakili (produk yang
diproduksi dengan mudah ditiru) cukup untuk desainer untuk memvisualisasikan
dan menguji desain.
Fungsi Prototype :
·
Dapat memberikan bukti konsep yang
diperlukan untuk menarik dana
· Memberikan kesempatan bagi pengguna
untuk mengemukakan gagasan tentang sistem akhir seperti apa
·
Mendorong partisipasi aktif antara
pengguna dan produsen
·
Biaya yang efektif dan efisien
·
Meningkatkan kecepatan pengembangan
sistem
·
Membantu menyempurnakan potensi risiko
·
Umpan balik yang cepat bisa didapat dari
pengguna
·
Membantu memberikan produk dengan
kualitas bagus
·
Pengguna dapat berinteraksi selama
siklus pengembangan prototipe
Langkah Pembuatan
Prototype
Adapun
langkah-langkah pembuatan prototipe yang bisa dilakukan adalah:
1.
Permintaan didasari oleh
kebutuhan user
2.
Membangung sistem
prototype untuk kebutuhan awal
3. Berikan kebebasan pada
user untuk menggunakan prototype, sebelumnya bisa diberikan pelatihan terlebih
dahulu khususnya untuk kali pertama. User harus melihat semua penjur prototype
termasuk fungsi dan sifat dari prototipe tersebut
4. Implementasikan
perubahan-perubahan yang telah disarankan
5. Biarkan user mencoba
kembali setelah perubahan diterapkan dan terus ulangi sampai user puas dengan
hasil prototype tersebut
6. Merancang sistem akhir,
jika user dan pengembang telah setuju dengan prototipe sebelumnya
Alasan Membuat
Prototype
1. Kita tau, evaluasi dan
saran sangatlah penting. Betul ? Nah, itu semua ada didalam perjalanan
perancangan prototype
2. Para user dapat lebih
merasakan dibanding hanya sekedar tulisan dalam dokumen
3.
Lebih mudah mendapat
ide-ide baru
4.
Anggota tim bisa
berkomunikasi lebih baik lagi
5.
Mendukung pengembang dalam
memilih rancangan cadangan
6.
Meluaskan pemikiran dalam
aspek perancangan
7. Itulah hal-hal yang dapat
dimasukkan kedalam alasan kenapa perlu prototype, seperti yang kita ketahui
semua pasti memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk pembuatan prototype,
berikut ini keuntungan dan kerugian pembuatan prototype:
“Apa saja kelebihan
dan kelemahan dari suatu prototype?”
K elebihan :
·
Penentuan kebutuhan lebih
mudah terealisasi
·
Mempersingkat waktu
·
End User dapat
berpartisipasi dengan aktif
·
Pengembang dapat menerima
masukan-masukan user dengan lebih terukur
·
Dapat membantu mengurangi
biaya pengembangan
·
Dapat meningkatkan kepuasan user
·
Dapat mempersingkat waktu pengembangan
·
User dapat mengetahui apa yang diperlukan dan apa
yang diharapkan
· Pengembang akan lebih cepat tau perangkat yang
diperlukan di waktu yang akan datang
Kelemahan :
·
Tidak selamanya prototype
dapat disesuaikan dengan mudah
·
Proses analisis dan
perancangan yang terlalu singkat
·
Mengesampingkan alternatif
pemecahan masalah
· Pelanggan
kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum
mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum
memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
· Pengembang biasanya ingin
cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa
pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa
memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru
sistem .
· Hubungan pelanggan dengan
komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang
baik
Jangan lupa untuk memberikan Tanggapan dan Saran
Sekian dan Terimakasih...
Semoga Bermanfaat...

Komentar
Posting Komentar